Fungsi
hiasan dinding sangat beragam. Utamanya tentu saja fungsi estetika. Sebuah
lukisan, misalnya, dapat memberi nuansa baru atau berbeda di dalam sebuah
ruangan dengan biaya relatif murah jika dibandingkan dengan mengganti perabot.
Ketika
Anda ingin memberikan dekorasi baru pada dinding dengan lukisan atau foto, ini
beberapa hal yang bisa dipertimbangkan. (Baca juga: pusat grosir kain tenun)
Dinding ruangan
Semua
ruang dalam rumah bisa disemarakkan dengan hiasan dinding. Mulai dari ruang
tamu, hingga kamar mandi. Tentunya untuk masing-masing ruang harus dipilih
hiasan dinding yang sesuai dengan fungsi ruangan tersebut. Ingat juga untuk
menyelaraskan hiasan dinding dengan tone warna atau gaya interior yang
digunakan pada ruangan.
Memilah lukisan
Anda
tentu tidak bisa memaksakan seluruh gambar atau hiasan, dipajang dalam satu
area dinding. Sebaliknya, Anda perlu mengatur karya tersebut sehingga berada
pada tata letak yang menyenangkan. Misalnya, pajang pigura yang besar di atas
pigura-pigura kecil sehingga memberi kesan seimbang.
Tinggi dan jarak
Anda
bisa saja menaruh semua hiasan inginkan secara berdempetan. Di sisi lain, Anda
juga bisa meletakkan hiasan dengan jarak yang berjauhan pada dinding.
Posisi
ideal adalah setinggi pandangan mata rata-rata orang dewasa atau kurang lebih
1,5 meter-1,7 meter dari permukaan lantai.
Sebagai tambahan, jika menggantung hiasan tepat di atas sofa atau furnitur lain, sebaiknya pilih hiasan yang lebarnya kira-kira dua per tiga dari lebar sofa. Jangan lupa, beri jarak sekitar 25 cm-30 cm di atas furnitur.
Sebagai tambahan, jika menggantung hiasan tepat di atas sofa atau furnitur lain, sebaiknya pilih hiasan yang lebarnya kira-kira dua per tiga dari lebar sofa. Jangan lupa, beri jarak sekitar 25 cm-30 cm di atas furnitur.
Kaitan atau paku
Selalu
gunakan dua kaitan untuk menjaga stabilitas karya seni yang dipajang. Kecuali,
jika Anda menggantung sesuatu yang sangat berat.
Dua
paku untuk mengaitkan hiasan harus berjarak sekitar setengah dari lebar pigura.
Untuk menghindari dinding “bopeng” akibat salah paku, gunakan penggaris untuk
menandai dua titik sebelum memaku.
Sumber:
http://properti.kompas.com/
No comments:
Post a Comment